Umum

Dukung Transformasi Kesehatan, Philips Tuntaskan Instalasi Cath Lab Pertama di Indonesia

231
×

Dukung Transformasi Kesehatan, Philips Tuntaskan Instalasi Cath Lab Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini

TAJUKWARTA.COM – Philips, perusahaan global di bidang teknologi kesehatan, resmi menyelesaikan pemasangan alat Cath Lab pertama di RSUD Kabupaten Kediri. Fasilitas berteknologi tinggi ini akan memperkuat layanan perawatan jantung, stroke, serta prosedur kanker minimal invasif bagi masyarakat Kediri dan daerah sekitarnya. Kehadiran Cath Lab ini menjadi bagian dari implementasi program Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS) Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan penanganan pasien dalam kondisi kritis melalui intervensi cepat dan tepat waktu.

Instalasi ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian antara Philips dan Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan sistem image-guided therapy (IGT) berteknologi canggih di seluruh 38 provinsi di Indonesia. Langkah ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, terutama untuk penyakit jantung, stroke, dan kanker yang terus meningkat di Indonesia.

Advertisement
Advertisement

Direktur RSUD Kabupaten Kediri, dr. R. Gatut Rahardjo, Sp.An, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Cath Lab terbaru tersebut. “Kehadiran Cath Lab ini memberi manfaat besar bagi masyarakat Kediri — dari diagnosis yang lebih cepat hingga penanganan penyakit jantung yang lebih optimal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proses instalasi telah selesai dan rumah sakit sedang menyelesaikan prosedur akhir sebelum alat mulai dioperasikan.

Executive Vice President dan Chief Business Leader for Image-Guided Therapy Philips, Bert Van Meurs, menilai instalasi ini sebagai pencapaian penting dalam kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan. “Milestone ini menunjukkan komitmen menghadirkan perawatan minimal invasif yang canggih lebih dekat ke rumah. Dengan mengurangi hambatan akses, kita dapat meningkatkan hasil perawatan sekaligus mendorong kesetaraan akses kesehatan,” katanya.

Bert menegaskan bahwa kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan Kemenkes menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pemerataan layanan canggih tersebut di seluruh Indonesia.

READ  Bandara Dhoho Kediri Kembali Beroperasi 10 November, Layani Rute Jakarta Tiga Kali Seminggu

Sebagai kelanjutan instalasi, Philips juga akan memberikan pelatihan bagi tenaga medis RSUD Kabupaten Kediri untuk memperkuat kapasitas lokal dan kemampuan profesional klinis. Setelah Kediri, instalasi Cath Lab akan diperluas ke lebih banyak provinsi di Indonesia.

Dalam konteks geografis Indonesia yang sangat luas dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa serta tingginya beban penyakit tidak menular, pemerataan akses layanan kesehatan menjadi tantangan nasional. Melalui perjanjian dalam kerangka Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) yang merupakan bagian dari proyek IHSS, Philips ditunjuk melalui tender internasional untuk menyediakan Cath Lab canggih beserta layanan dan pelatihan pendukung bagi rumah sakit daerah.

Teknologi Cath Lab baru ini diharapkan dapat menghadirkan proses perawatan yang lebih cepat, risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan yang lebih singkat. Dengan demikian, rumah sakit di daerah dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih presisi dan efektif.

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti, menegaskan bahwa perjalanan Philips di Indonesia dibangun atas prinsip kepercayaan dan kolaborasi jangka panjang. “Pendekatan kami menggabungkan sistem canggih dengan pelatihan terstruktur dan protokol klinis untuk memaksimalkan potensi sistem rumah sakit. Inilah cara kami memastikan layanan yang berkelanjutan dan dapat diperluas seiring waktu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa instalasi Cath Lab di Kediri hanyalah awal dari upaya menghadirkan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan tangguh bagi seluruh masyarakat.

Philips memiliki jejak panjang di Indonesia dengan lebih dari 3.900 tenaga kerja di 12 kota serta fasilitas manufaktur di Batam. Komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan juga dituangkan melalui laporan Future Health Index (FHI) tahunannya yang menyoroti peran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat akses dan hasil layanan kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. (DUZ)