BisnisPemerintahanUmum

Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Jember Ajukan Tambahan Kuota dan Pangkalan Khusus

394
×

Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Jember Ajukan Tambahan Kuota dan Pangkalan Khusus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Pemkab Jember

TAJUKWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait mulai langkahnya gas LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Mayang dan Kalisat. Sebagai langkah antisipasi, Pemkab telah resmi mengajukan tambahan kuota hingga dua kali lipat kepada Pertamina Patra Niaga.

Langkah ini diambil untuk mengamankan stok energi masyarakat menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H (April 2026).

Advertisement
Advertisement

Strategi Menghadapi Lonjakan Permintaan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini, mengonfirmasi bahwa surat permohonan penambahan kuota telah dikirimkan.

“Memang banyak aduan gas LPG 3 kg itu langka. Pemkab Jember sudah melayangkan surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk penambahan kuota 100 persen,” ujar Sartini saat mengudara di Halo RRI, Rabu (4/2/2026).

Sebaran Pangkalan yang Tidak Merata
Berdasarkan evaluasi di lapangan, Sartini menjelaskan bahwa kendala utama di Kecamatan Mayang bukan pada distribusi dari Pertamina, melainkan minimnya jumlah pangkalan.

Kecamatan            Jumlah Pangkalan

LPG
Mayang         ± 47Pangkalan 

Kalisat                   > 500Pangkalan 

Pakusari                > 200 Pangkalan

“Distribusi sebenarnya lancar. Masalahnya ada pada sebaran pangkalan yang tidak merata, sehingga di Mayang pasokannya terasa kurang dibandingkan wilayah tetangga,” jelasnya.

Solusi Khusus untuk Industri Kue Kacang
Selain masalah distribusi, tingginya konsumsi di Mayang dipicu oleh menjamurnya industri rumah tangga kue kacang. Menanggapi hal ini, Pemkab Jember menyiapkan skema pangkalan khusus bagi pelaku usaha agar tidak menyedot jatah LPG untuk rumah tangga biasa.

Pangkalan Khusus: Akan dibentuk pangkalan khusus pelaku usaha kue kacang.

READ  BPH Migas dan Pertamina Pastikan Pasokan BBM & Avtur di Jawa Timur Aman Selama Nataru 2025/2026

Dampak Ekonomi: Industri ini merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja lokal menjelang Lebaran.

Tujuan: Memastikan kebutuhan produksi terpenuhi tanpa mengganggu pasokan harian warga.

Imbauan dan Pengawasan Ketat
Pemkab Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau penimbunan. Sartini juga mengingatkan agar warga mampu tidak menggunakan LPG subsidi.

“Kami mohon masyarakat yang tidak berhak agar tidak menggunakan LPG 3 kg. Untuk kebutuhan seperti pemanas air, sebaiknya menggunakan LPG non-subsidi,” tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran di lapangan, pengawasan distribusi akan diperketat melalui koordinasi antara Pemkab, Pertamina, Hiswana Migas, hingga Polres Jember. Langkah konkret penguatan pasokan diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat agar kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci tetap aman. (DAG)