BisnisUmum

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, TTL dan ALFI/ILFA Jatim Tingkatkan Sinergi

204
×

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, TTL dan ALFI/ILFA Jatim Tingkatkan Sinergi

Sebarkan artikel ini

TAJUKWARTA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem logistik nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur pada Rabu (10/6/2026).

Agenda ini menjadi wadah dialog konstruktif antara operator terminal dan pelaku usaha logistik guna mengevaluasi layanan, memangkas biaya logistik, sekaligus mendongkrak daya saing arus barang di gerbang Indonesia Timur.

Advertisement
Advertisement

Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar, performa TTL mencatatkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, arus petikemas konsolidasi di TTL sukses menembus angka 2,19 juta TEUs. Capaian raksasa ini mencerminkan tingginya rapor kepercayaan pasar sekaligus memantapkan peran vital anak usaha Pelindo ini dalam rantai pasok domestik maupun global.

Transformasi Digital: TBS Stage 2 dan Green Shelter Jadi Andalan
Guna menjaga kelancaran arus barang yang terus tumbuh, manajemen TTL memaparkan sejumlah lompatan inovasi digital yang telah diimplementasikan di lapangan. Salah satu program unggulannya adalah penerapan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026.

Sistem ini memformulasikan kedatangan truk berdasarkan jendela waktu (time slot) operasional yang ketat per empat jam. Hasilnya, arus kendaraan kontainer tersebar lebih merata, meminimalkan kemacetan kronis di area pintu gerbang (gate), lapangan penumpukan (yard), sekaligus mengoptimalkan utilitas alat bongkar muat.

Tak hanya fokus pada sistem komputasi, TTL juga meluncurkan fasilitas fisik ramah lingkungan bertajuk Green Shelter Waiting Area. Fasilitas transit yang mampu menampung hingga 66 unit armada truk ini dibangun demi memanusiakan para pengemudi. Di dalamnya, para sopir truk dapat memanfaatkan musala, toilet, klinik kesehatan, ruang induksi keselamatan, hingga fasilitas minuman gratis sembari menunggu giliran pelayanan muat.

READ  Libur Nataru, KAI Layani 359 Ribu Pelanggan dalam Dua Hari

Di sisi lain, perluasan kapasitas tampung juga terus digenjot lewat penataan ulang layout lapangan penumpukan (yard) secara efektif agar mempercepat dwelling time (waktu inap barang) tanpa mengganggu ritme bongkar muat kapal.

ALFI Jatim Beri Masukan Konstruktif, Manajemen TTL Sambut Positif
Merespons paparan tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur melemparkan sejumlah poin masukan strategis demi penyempurnaan layanan ke depan. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Optimalisasi kebijakan batas toleransi keterlambatan truk pada sistem TBS.

2. Transparansi data terkini mengenai tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR).

3. Pengembangan fitur notifikasi otomatis saat truk memasuki pelabuhan.

4. Percepatan pemeriksaan fisik (behandling) dan validasi dokumen impor lintas instansi.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menyambut hangat umpan balik tersebut. Bagi David, pengguna jasa merupakan mitra paling jujur dalam menilai performa korporasi.

“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian bersama stakeholder terkait agar implementasinya tetap selaras dengan kebijakan operasional,” ungkap David, Sabtu (13/6/2026).

David menambahkan bahwa mata rantai logistik yang efisien tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama multidimensi antara operator pelabuhan, regulator, otoritas pelayaran, dan asosiasi pengusaha.

Apresiasi senada ditiupkan oleh Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono. Ia menilai keterbukaan manajemen TTL menjadi modal berharga untuk terus menekan bottleneck (hambatan) operasional di pelabuhan.

“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong. Forum seperti ini sangat penting dilaksanakan berkala. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin tangguh, kompetitif, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Sebastian. (JQH)