TAJUKWARTA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka peluang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax (RON 92), mulai bulan depan. Langkah ini akan diambil apabila tren pelemahan harga minyak mentah dunia terus berlanjut.
Pemerintah saat ini tengah menghitung kalkulasi dampak pergerakan harga minyak global terhadap formula harga BBM nasional. Bahlil menyebut rapat koordinasi akan segera digelar bersama PT Pertamina (Persero) serta badan usaha penyedia BBM swasta.
“Kita akan melihat. Saya sudah menghitung dan akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” kata Bahlil, dikutip Selasa (21/7/2026).
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi pengguna Pertamax yang harganya saat ini masih tertahan di level Rp16.250 per liter, meski sejumlah produk BBM nonsubsidi beroktan lebih tinggi dan diesel lainnya sudah lebih dulu mengalami penurunan.
Cari Formulasi Bijak di Tengah Fluktuasi ICP
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan mengingat dinamika Indonesian Crude Price (ICP) yang masih fluktuatif harian. Pemerintah menginginkan tren harga yang lebih stabil sebagai pijakan penetapan harga baru.
“Kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun, kemudian naik lagi. Dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, tetapi juga tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” terangnya.
Ia menambahkan, pengguna BBM nonsubsidi mencakup sekitar 20% dari total konsumen nasional. Meski mayoritas merupakan masyarakat berdaya beli menengah ke atas, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kestabilan harga yang adil bagi konsumen maupun pelaku industri perminyakan.
BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik, Stok Energi Nasional Aman
Di samping pembahasan BBM nonsubsidi, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Tentu kita memastikan bahwa BBM subsidi tidak ada kenaikan sama sekali. Bahkan ada potensi beberapa jenis BBM mengalami penyesuaian apabila harga minyak dunia terus turun,” tegasnya.
Ia juga telah melaporkan peta ketahanan energi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahlil memastikan stok BBM nasional saat ini berada di atas batas minimum operasional dan pasokan minyak mentah (crude) aman hingga akhir tahun.
“Saya melapor bahwa kondisi stok BBM kita di atas standar minimum. Kemudian kerja sama pengadaan crude juga sudah clear sehingga insyaallah sampai akhir tahun tidak ada masalah,” ungkap Bahlil.
Sinyal Penyesuaian Susul Pertamax Turbo dan Dex Series
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga Pertamax sebesar Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Pada penyesuaian berkala per 1 Juli 2026, Pertamina telah menurunkan harga sejumlah BBM non-subsidi lainnya, antara lain:
Pertamax Turbo: Turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter
Dexlite: Turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter
Dengan adanya sinyal dari Kementerian ESDM, masyarakat dan pelaku pasar kini menantikan hasil evaluasi harga per awal bulan depan. Jika tren harga minyak dunia konsisten melemah, Pertamax diproyeksikan menjadi produk berikutnya yang akan mengalami penurunan harga. (ZXF)




