Olah RagaUmum

Cristiano Ronaldo Disanksi FPF, Ini Penyebab Larangan Bermain Selama 30 Hari

334
×

Cristiano Ronaldo Disanksi FPF, Ini Penyebab Larangan Bermain Selama 30 Hari

Sebarkan artikel ini

TAJUKWARTA.COM – Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 30 hari kepada kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo. Selain skorsing, pemain berusia 41 tahun tersebut juga dikenai denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp5,1 juta. Keputusan itu ditetapkan pada Senin (19/10/2026).

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional di Kopenhagen pada 30 September 2026, menjelang pertandingan tandang Portugal melawan Denmark dalam ajang Liga Negara-Negara UEFA.

Advertisement
Advertisement

Dewan Disiplin FPF menyatakan Ronaldo terbukti melakukan pelanggaran terhadap aturan disiplin secara sengaja. Keputusan tersebut mengacu pada Pasal 160 ayat 1 dalam peraturan disiplin federasi sepak bola Portugal.

Skorsing selama 30 hari itu berlaku terhitung sejak 1 Oktober 2026.

“Menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 30 hari,” demikian pernyataan Dewan Disiplin FPF, dikutip RRI.co.id, Selasa (20/10/2026).

Persoalan yang melibatkan Cristiano Ronaldo bermula ketika dirinya tidak dimainkan saat Portugal mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1. Keputusan tersebut memicu ketegangan antara Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus terkait peran sang kapten dalam tim.

Ronaldo mengklaim pelatih telah dua kali mengingkari perkataannya mengenai kesempatan bermain. Namun, Jorge Jesus membantah pernah membuat kesepakatan formal dengan pemain yang kini berusia 41 tahun tersebut.

Situasi itu berujung pada keputusan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan. Tindakan tersebut kemudian menjadi dasar pemeriksaan disiplin oleh federasi sepak bola Portugal.

Setelah kejadian tersebut, Ronaldo menyampaikan permohonan maaf karena meninggalkan rekan-rekan setimnya dan tidak menyapa para pendukung seusai pertandingan. Ia juga menyatakan bersedia menerima hukuman yang dijatuhkan serta tetap membuka peluang untuk kembali memperkuat tim nasional Portugal.

Presiden FPF, Pedro Proença, turut menyampaikan harapannya agar Ronaldo kembali bergabung dengan tim nasional. Menurut dia, kehadiran sang kapten masih menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan dan keutuhan skuad Portugal.

READ  Persebaya Takluk 0-3 di Markas Persija, Bernardo Tavares Soroti Mentalitas Pemain

“Semua pihak menginginkan sang kapten kembali bersama kami,” ujar Proença.

Meski dijatuhi larangan bermain selama 30 hari, Ronaldo diperkirakan masih berpeluang tampil dalam dua pertandingan internasional Portugal. Timnas Portugal dijadwalkan menghadapi Denmark pada 14 November dan Wales pada 17 November 2026.

Namun, keputusan disiplin FPF tidak merinci secara eksplisit jenis pertandingan atau kegiatan yang tercakup dalam larangan tersebut. Karena itu, dampak langsung sanksi terhadap agenda pertandingan Ronaldo perlu merujuk pada ketentuan pelaksanaan hukuman yang ditetapkan federasi.

Sanksi terhadap Ronaldo menjadi perhatian publik sepak bola dunia mengingat statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Portugal. Meski telah memasuki usia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola internasional.

Perkembangan kasus ini juga menyoroti pentingnya kedisiplinan pemain dalam menjaga hubungan dengan pelatih dan rekan setim, terutama ketika menghadapi perbedaan pandangan mengenai peran dan kesempatan bermain di level tim nasional. (RQC)