Umum

Gelombang Laut 4 Meter Berpotensi Terjadi di Banyuwangi, Nelayan Diminta Waspada

369
×

Gelombang Laut 4 Meter Berpotensi Terjadi di Banyuwangi, Nelayan Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

TAJUKWARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut tinggi yang mencapai 4 meter di sejumlah perairan, termasuk perairan Banyuwangi, pada 19–22 Oktober 2026. Peringatan ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan, pengguna jasa transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Prakirawan BMKG, Ganis Dyah L., S.Tr.Met., dalam Info Cuaca RRI Jember, Senin (19/10/2026), menyampaikan bahwa gelombang laut kategori tinggi berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan selatan Pulau Bali, dan perairan Banyuwangi.

Advertisement
Advertisement

“Ketinggian gelombang laut diprakirakan berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, dengan kategori tinggi,” ujar Ganis.

Potensi gelombang tinggi tersebut meningkatkan risiko keselamatan bagi aktivitas pelayaran dan kegiatan penangkapan ikan. Karena itu, nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas di perairan.

Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dan peringatan resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut selama periode tersebut.

Cuaca Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Sementara itu, kondisi cuaca di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada Senin (19/10/2026) diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 36 kilometer per jam, sedangkan ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,1 hingga 0,8 meter atau masuk kategori rendah.

Meski kondisi gelombang di jalur penyeberangan tersebut relatif rendah, masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan tetap diminta memperhatikan informasi cuaca terkini serta arahan petugas demi menjaga keselamatan pelayaran.

Cuaca Tapal Kuda Diprakirakan Cerah

Untuk wilayah daratan Tapal Kuda, BMKG memprakirakan kondisi cuaca secara umum cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mencermati informasi cuaca, khususnya bagi yang tinggal di kawasan pesisir atau memiliki aktivitas yang berkaitan dengan laut.

READ  HIPMI Jatim Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora

BMKG mengingatkan bahwa potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan perlu diantisipasi selama periode 19–22 Oktober 2026. Nelayan, operator transportasi laut, dan masyarakat pesisir diharapkan mengutamakan keselamatan serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan gelombang laut.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi cuaca maritim menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut selama potensi gelombang tinggi berlangsung. (TUC)